Kapan Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka Kembali Saat Kasus Covid Naik?

Kapan Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka Kembali Saat Kasus Covid Naik?

“Hampir 80 persen sudah ingin tatap muka. Karena juga sudah lebih percaya diri dengan protokol kesehatan,” jelas Nadiem Makarim. “Mau dua hari atau tiga hari seminggu melakukan tatap muka di sekolah atau dibagi berapa grup per kelas itu diskresi masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Mendikbud. KOMPAS.com – Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang, sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Pertemuan peserta didik dengan guru juga dibatasi yaitu satu atau dua kali dalam sepekan.

Kapan sekolah tatap muka akan dilaksanakan

Pihak satuan pendidikan akan diminta untuk memberikan formulir pernyataan kesehatan dan kesediaan melaksanakan PTM dari tenaga didik, siswa dan orangtua siswa. Sri mengatakan, sebelum menggelar PTM terbatas, tiap sekolah wajib memenuhi daftar periksa, mulai dari fasilitas sanitasi, menetapkan kapasitas dalam kelas, dan membentuk satgas, serta memiliki layanan kesehatan. Hasil survei Kemendikbudristek, 78,3% dari sekitar 50 ribu Sekolah Dasar yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Vaksinasi COVID-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan ini berlaku di semua jenjang pendidikan, pendidikan negeri dan swasta, formal dan non-formal, serta pendidikan keagamaan. Direktur Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud-Ristek Sri Beli Free Spin Wahyuningsih mengatakan, apabila berbicara standar keamanan sekolah dari risiko penularan Covid-19 maka pembelajaran tatap muka baru bisa dilakukan saat pandemi selesai. Namun, Sri menekankan saat ini semua pihak tidak tahu kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Nadiem menjelaskan keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka terbatas tersebut diambil karena penutupan sekolah dan pembelajaran jarak jauh sudah berlangsung terlalu lama. Nadiem lantas mengungkapkan hasil dari berbagai survei yang dihimpun maupun yang dilakukan Kemendikbud-Ristek. Pasien positif corona yang kian hari kian bertambah membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proses uji coba sekolah tatap muka. Jika ada guru atau siswa yang sakit, kata Jumeri, harus dipastikan bahwa mereka tidak berangkat ke sekolah sampai benar-benar pulih. Mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah pun mesti menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum menjalani pembelajaran tatap muka. Dia mengingatkan lonjakan kasus penularan Covid-19 sering kali terjadi karena masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan secara benar.

Satuan pendidikan harus memperhatikan zona wilayahnya dalam menentukan aktivitas pembelajaran. Bisnis.com, JAKARTA – Setelah lebih dari setahun pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan seluruh sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka mulai Juli 2021. Warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan atau minuman dengan menu gizi seimbang. Jika memakai masker kain, maka digunakan setiap four jam atau sebelum four jam saat sudah lembab/basah. Ketentuan ini semuanya dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Sementara itu, pelajar SMP Negeri 1 Geger, Devita, berharap banyak remaja seusianya bersedia ikut vaksinasi.

“Kalau Kecamatan Purwakarta Kota belum karena masuk zona merah, dan tidak ada rekomendasi dari Satgas Covid-19 Purwakarta,” kata Anne. Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sebanyak 10 unit angkutan “feeder” untuk melakukan antar-jemput siswa yang mengikuti PTM. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh seluruh institusi pendidikan sejak pertengahan tahun 2020.

Comments are closed.