Ideas Sederhana Belajar Bisnis Yang Bisa Dilakukan Mahasiswa

Written by Band on June 5, 2020 in Peluang Bisnis Saat Pandemi with no comments.

Namun, meski kamu berkeinginan untuk memiliki usaha sampingan, kuliah tetaplah yang utama. Carilah jenis usaha yang tidak terlalu menghabiskan waktu dan bijaklah mengelola keseimbangan antara kuliah dan kerja. Jika kamu adalah seorang mahasiswa di bidang studi bahasa, profesi penerjemah adalah pekerjaan yang sangat menarik. Selain income yang sangat menjanjikan, peluang kerja sampingan sebagai penerjemah baik secara on-line maupun offline mampu memperkuat kemampuan bahasa yang tentunya sangat berguna untuk mendukung studimu. Di usia ini, mahasiswa/i biasanya sudah mulai memiliki kebebasaan untuk mengelola keuangan secara mandiri dan mengambil keputusan sendiri.

Namun, ada juga berjualan produk hantaran pernikahan dan produk kreatif lainnya. Entrepeneur Plus Festival 2018 yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusa ini digelar selama dua hari hingga Sabtu besok (thirteen/1/2018). Tidak banyak yang minat, tapi kami yakin akan jadi produk yang paling dicari,” kata Pepi Indah Cahyani, mahasiswi Keperawatan Unusa, Jumat (12/1/2018). Ketua Hipmi PT UIT Idris pada kesempatan itu mengatakan siap melakukan terobosan baru dalam pengembangan usaha-usaha yang memajukan bangsa dan mengurangi pengangguran. Menurut dia gaji PNS cukup besar mencapai Rp4 jutaan per bulan tergantung golongan, sementara bila menjadi pengusaha pendapatan penghasilan bisa mencapai jutaan per bulan bahkan per hari.

Sasaran pemasaran MIHAGO adalah teman-teman di kampus Universitas Andalas. Ubpa dan rekan-rekannya melakukan pemasaran melalui media sosial yang akan diantar ke pelanggan serta membuka outlet di acara kampus. Namun saat pandemi ini, Ubpa mengaku tidak bisa memasarkan kembali di kampus karena adanya kebijakan belajar dari rumah dan memulangkan mahasiswa ke kampung halaman masing-masing, termasuk Ubpa dan kedua rekannya. Ubpa Aprilia Fahlefi, salah satu penerima Beasiswa Japfa Foundation tahun 2018, merupakan mahasiswa semester eight jurusan agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Saat ini, selain melakukan penelitian tugas akhir, Ubpa aktif sebagai Dewan Pengawas Komunitas Mahasiswa Ilmiah Pertanian, mentor bisnis bidang kuliner dan menjalankan usaha kuliner mi olahan dari sagu, MIHAGO. “Dukanya menjalani usaha di bidang peternakan, misalnya induk sapi diinseminasi buatan, harusnya lahir 9 bulan kemudian, tapi ada yang keguguran atau lahir mati” ujar Jian.

Dilansir dari Historia, Sejak 1884, kaum pekerja di Amerika Serikat ramai menyuarakan tuntutan bekerja “Delapan Jam Sehari”. Kala itu, bahkan sejak awal abad ke-19, banyak perusahaan-perusahaan yang memaksa buruh memeras keringat selama 14, 16, bahkan 18 jam sehari. Maka ketika kelas buruh dalam jumlah besar menghimpun diri dalam serikat-serikat buruh ditambah resolusi Serikat Buruh Nasional yang menyampaikan tuntutan serupa pada 1886, gerakan itu menemukan momentumnya. Bersama dengan BRIN nanti, Nadiem ingin memfasilitasi sebanyak mungkin murid, mahasiswa serta dosen di tanah air untuk bisa melakukan berbagai macam penelitian yang bisa membawa generasi penerus bangsa ini bisa bersaing di tingkat global. “Saya pikir sebagai awal ini yang perlu kami lakukan bahwa penciptaan lapangan pekerjaan adalah tugas yang paling berat. Karena kita tahu konsumsi pertumbuhan ekonomi nasional 60 persen itu konsumsi dan 30 persen dari sektor investasi dan ini menjadi peranan penting karena 16 juta orang harus kita siapkan lapangan pekerjaan.

Mahasiswa juga bisa menjadi pengusaha

Lulusan jurusan teknik juga mempunyai peluang besar untuk mendirikan sebuah usaha. Seperti halnya mahasiswa teknik bangunan yang bisa mendirikan konsultan dan arsitektur sebuah bangunan . Teknik elektro yang berpeluang mendirikan toko elektronik dan jurusan broadcasting untuk membangun sebuah manufacturing house. Ada banyak guru yang telah sukses mengembangkan wirausahanya, seperti Ipung Tasifun guru SLTA di Bandung. Ipung telah membangun dua perusahaan yang beromzet miliaran rupiah per tahun. Saat ini dari whole karyawan, sekitar forty persennya adalah mantan siswanya yang setelah lulus langsung bergabung.

Karena tekad tidak ada, alhasil ya hanya pasrah tanpa arah yang jelas. Unduh aplikasi Rencanamu sekarang, tuntaskan semua kegalauan dengan mengetahui minat dan potensi terbaikmu, hingga jurusan kuliah yang kamu banget. Tuntaskan semua kegalauan dengan mengetahui minat dan potensi terbaikmu.

Jika respon produkmu tidak memuaskan, terus perbaiki, dan buatlah berulang kali sampai mendapat respon yang baik dari orang-orang. Pastikan kamu mengenali bakat tersebut dengaan baik melalui aktivitas dan berbagai kebiasaan selama ini. Kamu merasa memiliki ruang yang tepat dan leluasa untuk menyampaikan isi kepalamu kepada banyak orang. Sehingga wajar saja jika presentasi selalu menjadi hal menyenangkan untukmu. Kamu akan memiliki rasa penasaran dan juga dengan senang hati mencari ilmu melalui aktivitas seminar, terutama yang berkaitan dengan minatmu.

Melainkan diajarkan berfikir kritis, mencari permasalahan terlebih dahulu, untuk kemudian dianalisis bagaimana penyelesaiannya dengan sebuah produk. Dengan demikian, startup baru ini tidak akan kesulitan dalam menentukan pasar. Lebih jauh, Orland menambahkan, dia banyak merasakan manfaat mengikuti BEC saat masa perkuliahan. “Apalagi sedang berkembang saat ini bisnis berbasis digital. Menjalankan bisnis ini juga membutuhkan bimbingan agar bisa terus naik usahanya,” tambahnya. MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang kian getol menyiapkan diri guna mewujudkan kampus unggul di tahun 2025 lewat berbagai program. Salah satunya, yakni Business and Entrepreneurship Center , pusat bisnis berbasis technopreneur, sociopreneur, dan edupreneur.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusa, Yusak Anshori, menyampaikan bahwa jualan di kampus itu merupakan kegiatan tahunan. Kampus Unusa saat ini terus mendampingi mahasiswa yang memiliki Business plan melakukan Entrepeneur mereka. Modal kecil bukanlah menjadi penghalang untuk dapat mewujudkan impian menjadi seorang pengusaha. Hal inilah yang dialami Khoirul Arifin, mahasiswa Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor . Khoirul sebagai founder dan owner dari Nasihut Group yang memproduksi makanan yang serupa dengan burger namun dilakukan modifikasi roti diganti nasi.

Comments are closed.